Tarang Karuna meletakkan diri sebagai konsep sekaligus menghadirkan diri secara reguler sehari-hari baik dalam bentuk ruang berlatih juga bercakap-cakap tentang gagasan seni pertunjukan. Ia dirawat dan dihidupkan bersama, tempat para penari dan yang terkait dengannya dapat belajar, bertumbuh, dan saling menajamkan perspektif maupun praktik.

Mengupayakan pencarian metode gerak, koreografi, artistik, kritik, pengarsipan, dan mengembangkan kemungkinan-kemungkinan yang bersifat kolaboratif. Mengusahakan ruang dan orang dalam menjalani proses artistik, bagaimana kerja kolektif dapat memperluas horizon penciptaan, dan bagaimana pertunjukan bisa menjadi medan lintas tubuh, lintas ingatan, dan lintas cara mengada.

Menghargai dan mendukung seniman serta setiap individu yang memiliki perhatian pada seni pertunjukan. Praktik tari dalam konteks paradigma seni pertunjukan lekat dengan peran vital seniman dalam bermasyarakat. Berangkat dari studio yang menjadi tempat berproses dan belajar, penari memperkuat dirinya sebagai subjek berkesadaran sosial, untuk dunia di dalam dan sekitarnya.