Upaya pendokumentasian demi memahami, menghidupkan kembali praktik-praktik tubuh yang bersifat temporer dan efemeral. Berbeda dengan karya seni visual yang meninggalkan artefak fisik, seni gerak—seperti tari, performans, dan praktik berbasis tubuh lainnya—bergantung pada ingatan, transmisi lisan, serta dokumentasi yang kerap tidak lengkap. Oleh karena itu, pengarsipan seni gerak tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan secara historis, tetapi juga sebagai ruang interpretasi yang memungkinkan pembacaan ulang terhadap konteks sosial, budaya, dan historis di mana karya tersebut hadir. Melalui riset arsip, seni gerak dapat terus bertransformasi, membuka kemungkinan dialog antara masa lalu dan praktik kontemporer.